Ponsel untuk Tunanetra dan Tuna Rungu

Ponsel nantinya tidak hanya milik orang yang bisa melihat dan mendengar saja. Bahkan orang buta dan tuli pun akan dapat menikmati kemudahan komunikasi yang dimiliki ponsel. Awal mula pengembangan ponsel untuk orang buta dikembangkan oleh Hasegawa dengan ponsel Braille-nya. Ponsel Braille yang dibuatnya ini menyertakan tampilan layar dan fungsi suara untuk menerima dan mengirimkan pesan singkat (SMS) via ponsel.

Sedangkan huruf Braille yang terdapat didalamnya lebih dari sekedar kumpulan titik yang memungkinkan orang buta untuk membaca, tetapi dapat juga digunakan untuk orang tuli. Prototipe ponsel ini sebenarnya di kembangkan oleh Sadao Hasegawa seorang guru pada sekolah tuna rungu dan Nobuyuki Sasaki seorang Profesor dari Universitas Tsukuba Technology Jepang. keunikannya adalah, ponsel ini merubah simbol pada huruf Braille sehingga menjadi sekumpulan getaran unik. Kemampuannya ini tidak hanya menciptakan percakapan antara satu orang atau lebih yang rusak pendengarannya, tetapi juga dapat menciptakan pesan singkat.
Sebagai contoh dengan angka 1 akan menciptakan getaran panjang yang dapat diartikan sebagai huruf A.
Produk ponsel untuk tunanetra lainnya yang sempat dirilis adalah ‘ALVA MPO’. Ponsel ini dibuat dengan kombinasi ponsel biasa dan PDA (Personal Digital Assisment) dengan fitur ekstra untuk orang buta atau yang mengalami masalah dengan penglihatan. Dengan 20 cell Braille, keyboard 8 titik Braille, sebuah syntezizer, produk ini cukup unik.Dikemas dengan fitur lengkap mulai dari jaringan tri-band GSM, note-taker SMS, agenda planner alarm dan kalkulator.

Bahkan kini fitur email, Internet browser, GPS (Global Positioning System) dan mp3 player telah di tambahkan. Didesain untuk orang yang mengalami masalah dengan penglihatan, ponsel ini menyertakan 12 tombol yang berfungsi seperti halnya ‘keypad Braille’ untuk mengetikkan pesan singkat seperti halnya pada ponsel biasa. Sayangnya produk Samsung ini masih merupakan prototype yang belum dipasarkan secara komersial. Sekarang para tunanetra dapat pula menggunakan ponsel ‘tuch screen’ (layar sentuh). Ponsel ini dibuat dengan mengandalkan teknologi getaran sehingga bisa menstimulus huruf Braille yang disuntikkan dalam ponsel tersebut. Jussi Rantala dari University of Tampere, Finlandia bersama dengan beberapa orang timnya menciptakan ponsel ini dengan prioritas menghadirkan huruf Braille pada ponsel. Huruf-huruf ini kemudian ditampilkan pada layar ‘touch screen’.

Para peneliti tersebut menggunakan ponsel dengan materi piezoelectric yang terpasang pada ‘touch screen’.

Nantinya, materi ini bergetar ketika teraliri sinyal elektrik. Huruf Braille akan terkodekan melalui dua pertiga matrix, dimana setiap huruf dipresentasikan dalam konfigurasi berbeda dari titik-titik huruf yang timbul tenggelam.

Untuk mendukung perangkat ini, mereka menginstal software yang mewakili titik-titik huruf timbul sebagai pulse of intense vibration tunggal sedangkan titik-titik huruf yang tenggelam dihadirkan sebagai longer vibration yang getarannya lebih lemah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: