modul trw 2.4 GHZ

Proses dari program TRANSMITTER 3.BAS secara garis besar adalah sebagai berikut:

1. Program akan melakukan konfigurasi awal pada TRW-2.4G, yaitu menetapkan mode komunikasi (shock burst mode), address, lebar data, CRC, dsb.
2. Setelah itu program mengatur TRW-2.4G pada mode transmitter.
3. Program menunggu masukan data serial dari komputer.
4. Bila masukan data serial tersebut bernilai FAh maka program akan mengirim data bernilai FDh menuju komputer kemudian kembali ke langkah 3. Jika data serial tersebut tidak bernilai FAh maka program akan meneruskan ke langkah 5. (Langkah ini dilakukan untuk memberitahu komputer bahwa saat ini TRW-2.4G berfungsi sebagai transmitter)
5. Program akan memasukkan data serial dari komputer tersebut ke dalam buffer TRW-2.4G dan kemudian akan dikirim secara shock burst oleh TRW-2.4G menuju ke alamat TRW-2.4G yang dituju.
6. Program akan memeriksa apakah data yang telah dikirimkan bernilai FFh. Jika benar berarti komputer local menginginkan perubahan fungsi pada TRW-2.4G dan program meneruskan ke langkah 7, tetapi jika tidak maka program kembali ke langkah 3.
7. Program melakukan perubahan fungsi yaitu dengan mengatur TRW-2.4G pada mode receiver.
8. Kemudian program akan mengaktifkan TRW-2.4G untuk menunggu masukan data secara wireless hingga buffer TRW-2.4G penuh yang ditandai oleh perubahan pada pin DR.
9. Setelah pin DR=1 maka program akan mengambil data dari buffer, dan kemudian dikirimkan menuju komputer secara serial.
10. Apabila data yang diperoleh bernilai FFh maka berarti komputer remote menginginkan perubahan fungsi pada TRW-2.4G (perubahan fungsi ditentukan oleh komputer yang berfungsi sebagai transmitter) sehingga program akan kembali pada langkah 2 tetapi jika tidak maka program akan kembali pada langkah 8.

Proses kerja dari program RECEIVER 3.BAS secara garis besar adalah sebagai berikut:

1. Program akan melakukan konfigurasi awal pada TRW-2.4G, yaitu menetapkan mode komunikasi (shock burst mode), address, lebar data, CRC, dsb.
2. Setelah itu program mengatur TRW-2.4G pada mode receiver.
3. Kemudian program akan mengaktifkan TRW-2.4G untuk menunggu masukan data secara wireless hingga buffer TRW-2.4G penuh yang ditandai oleh perubahan pada pin DR.
4. Setelah pin DR=1 maka program akan mengambil data dari buffer, dan kemudian dikirimkan menuju komputer secara serial.
5. Apabila data yang diterima bernilai FFh maka berarti komputer remote menginginkan perubahan fungsi pada TRW-2.4G (perubahan fungsi ditentukan oleh komputer yang berfungsi sebagai transmitter) sehingga program akan meneruskan ke langkah 6, tetapi jika tidak maka program akan kembali pada langkah 3.
6. Program melakukan perubahan fungsi yaitu dengan mengatur TRW-2.4G pada mode transmitter.
7. Program menunggu masukan data serial dari komputer.
8. Bila masukan data serial tersebut bernilai FAh maka program akan mengirim data bernilai FDh ke computer kemudian kembali ke langkah 7. Jika data serial tersebut tidak bernilai FAh maka program akan meneruskan ke langkah 9. (Langkah ini dilakukan untuk memberitahu komputer bahwa saat ini TRW-2.4G berfungsi sebagai transmitter)
9. Program akan memasukkan data serial dari komputer tersebut ke dalam buffer TRW-2.4G dan kemudian akan dikirim secara shock burst oleh TRW-2.4G menuju ke alamat TRW-2.4G yang dituju.
10. Program akan memeriksa apakah data yang telah dikirimkan bernilai FFh. Jika benar berarti komputer local menginginkan perubahan fungsi pada TRW-2.4G dan program akan meneruskan ke langkah 2, tetapi jika tidak maka program kembali ke langkah 7.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: