Infobank Perkirakan Perusahaan Asuransi Akan Berguguran

Biro Riset Infobank memperkirakan rencana Departmen Keuangan (Depkeu) untuk membuat Arsitektur Perasuransian Indonesia akan menyebabkan terjadinya `musim gugur” bagi perusahaan asuransi, dimana bakal terjadi kristalisasi perusahaan yang bermodal kuat dan matinya asuransi yang bermodal kurang.

“Persoalan modal menjadi semakin penting karena berkaitan dengan bisnis perusahaan asuransi yang memang menyerap risiko. Peran modal akan lebih jelas lagi ketika Arsitektur Perasuransian Indonesia menjadi kenyataan,” kata Direktur Biro Riset InfoBank, Eko B. Supriyanto, dalam acara pengumuman “Rating 134 Asuransi versi InfoBank 2005”, di Jakarta, Senin (20/6).

Sebelumnya, perusahaan asuransi juga berguguran setelah Depkeu sebagai regulator asuransi menekankan pentingnya modal bagi perusahaan asuransi atau yang disebut “risk-based capital” (RBC) atau rasio kecukupan modal.

Peraturan yang diberlakukan secara ketat mulai Desember 2004 tersebut menyebabkan sebanyak 14 perusahaan asuransi dicabut ijinnya oleh Depkeu.

Menurut Biro Riset InfoBank, sampai akhir 2004 perusahaan-perusahaan asuransi yang tidak mampu memenuhi RBC sebesar 120% ada dua. Tapi yang tidak mengeluarkan neraca atau laporan keuangan publikasi ada sembilan perusahaan asuransi jiwa dan enam perusahaan asuransi umum.

“Sedangkan yang masih mendapat sanksi pembatasan kegiatan usaha atau PKU ada empat perusahaan asuransi,” ungkap Eko B. Supriyanto.

Terlepas dari hal tersebut, menurut Eko, adanya pertumbuhan terlihat di industri asuransi Indonesia, dimana pertumbuhan premi bruto asuransi jiwa mencapai 33,08% dan premi asuransi umum mengalami perumbuhan 12,95% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Ini berarti bisnis asuransi sebenarnya masih bertumbuh terus di tengah mulai adanya proses konsolidasi,” kata Eko.

Eko juga menilai bahwa perusahaan asuransi semakin baik dalam memilih strategi untuk portofolio investasinya, dimana portofolio tersebut tidak lagi didominasi oleh deposito.

“Porsi deposito sekarang ini 25,45%, kemudian disusul oleh investasi di saham dan obligasi 24,66% dan surat berharga sebesar 20,46%. Sedangkan reksadana dan penyertaan langsung masing-masing 10,14% dan 10,74%,” kata Eko.

Dari kajian Biro Riset InfoBank, Rating Asuransi dilakukan dengan pendekatan laporan keuangan dengan 10 kriteria yaitu RBC, rasio likuiditas, rasio cadangan teknis dengan aktiva lancar, rasio cadangan premi dengan premi retensi sendiri, perubahan pendapatan premi bruto, rasio premi retensi sendiri dengan modal sendiri, rasio investasi dengan cadangan teknis ditambah utang klaim, rasio beban klaim neto dengan premi neto, rasio beban pendapatan dengan pendapatan, dan rasio laba dengan rata-rata modal sendiri.

Perusahaan Asuransi Terbaik

Dengan rasio tersebut, berdasarkan premi brutonya, perusahaan asuransi jiwa terbaik dengan premi bruto di atas Rp500 miliar, antara lain (1) Asuransi Jiwa Central Asia Raya, (2) Prudential Life Assurance, dan (3)Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera. Perusahaan asuransi jiwa dengan premi bruto Rp150 miliar sampai Rp500 miliar, yang berpredikat sangat bagus antara lain (1)Asuransi Cigna, (2)Credit Suisse Life & Pensions Indonesia, dan (3)Asuransi Jiwa Eka Life.

Sedangkan perusahaan asuransi jiwa yang premi brutonya di bawah Rp150 miliar dan mendapat predikat sangat bagus, antara lain yaitu (1)Asuransi Jiwa Askrida. (2)Asuransi Jiwa John Hancock Indonesia, dan (3)Asuransi Jiwa Bakrie.

Sementara itu, dalam Rating Asuransi 134 versi InfoBank 2005, perusahaan asuransi umum dengan premi di atas Rp200 miliar, yang berpredikat sangat bagus antara lain (1)Asuransi Mitsui Sumitomo Indonesia, (2)Asuransi Tokio Marine Indonesia, dan (3)Asuransi Astra Buana. Perusahaan asuransi umum dengan premi bruto Rp50 miliar sampai Rp200 miliar dan dengan predikat sangat bagus, antara lain (1)Asuransi Parolamas, (2)Asuransi Kredit Indonesia, dan (3)Asuransi Purna Artanugraha.

Perusahaan asuransi umum dengan premi bruto di bawah Rp50 miliar dan berpredikat sangat bagus, antara lain (1)Asuransi Takaful Indonesia, (2)Arthagraha General Insurance, dan (3)Asuransi Bhakti Bhayangkara.

Dalam Rating 134 Asuransi versi InfoBank 2005, hanya ada satu perusahaan asuransi jiwa yang berpredikat Tidak Bagus.

Sedangkan perusahaan asuransi jiwa yang berpredikat cukup bagus sebanyak tujuh perusahaan. Dan yang berpredikat Bagus sebanyak 10 perusahaan asuransi jiwa.

Untuk perusahaan asuransi umum yang berpredikat Tidak Bagus ada empat perusahaan dan 13 perusahaan berpredikat cukup bagus. Perusahaan asuransi umum yang berpredikat Bagus sebanyak 41 perusahaan.

Sebanyak sembilan perusahaan asuransi jiwa dan enam perusahaan asuransi umum menolak untuk mengeluarkan laporan keuangannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: