Penduduk RI Diharapkan Miliki Asuransi Kesehatan pada 2009

Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadillah Supari berharap selama masa jabatannya (2004-2009) sedikitnya 75% penduduk Indonesia yang jumlahnya sekitar 175 juta jiwa memiliki asuransi kesehatan.

“Supaya nanti dokter tidak bisa lagi berbuat seenaknya, harga obat bisa dikendalikan dan mutu layanan kesehatan bisa ditingkatkan,” katanya di Jakarta, Senin (8/8) malam.

Dia menjelaskan untuk mencapai target itu sejak Januari lalu Departemen Kesehatan bekerjasama dengan PT Askes (Persero) melaksanakan program pemeliharaan kesehatan untuk masyarakat miskin dengan menerbitkan kartu asuransi kesehatan untuk membebaskan mereka dari biaya layanan kesehatan dan pengobatan.

“Tapi untuk warga yang mampu tentunya mereka harus memiliki asuransi kesehatan dengan biaya sendiri, bukan dengan biaya dari pemerintah,” jelasnya.

Menkes menjelaskan, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp1 triliun untuk program yang ditujukan guna membebaskan masyarakat miskin dari biaya pelayanan kesehatan dan pengobatan itu.

“Saat ini dana yang sudah cair Rp500 miliar, sisanya yang Rp500 miliar lagi akan cair dalam beberapa hari ini,” katanya dihadapan puluhan karyawan PT Askes.

Direktur Utama PT Askes (Persero) Orie Andari Sutadji menyatakan bahwa hingga bulan Juni 2005 pihaknya telah mendata seluruh penduduk miskin yang jumlahnya sebanyak 36.146.700 jiwa menurut data BPS dan telah menerbitkan 31.574.486 (87,35%) kartu asuransi kesehatan untuk mereka.

Dari jumlah kartu yang telah diterbitkan itu, kata Orie, 78,34% di antaranya telah didistribusikan kepada penduduk yang berhak.

Menurut dia sejumlah layanan kesehatan seperti pengobatan di Puskesmas, pemeriksanaan kehamilan, persalinan dan nifas serta pemeriksaan bayi juga telah diberikan.

Ia menjelaskan kendala yang dihadapi PT Askes dalam menjalankan program tersebut di antaranya adalah adanya perbedaan data jumlah penduduk miskin antara BPS dan Pemerintah Daerah (Pemda).

“Selisih antara keduanya sekitar 18,5 juta. Dan bila ditambah dengan jumlah korban bencana serta penduduk miskin dan tunawisma di kota besar jumlah total penduduk miskin di Indonesia bisa mencapai sekitar 60 juta jiwa,” katanya.

Menanggapi perbedaan tersebut Menkes mengatakan pihaknya akan memberikan asuransi bagi seluruh penduduk miskin di tanah air secara berlanjut.

Di bagian lain, Sekretaris Jendral Departemen Kesehatan Sjafi`i Achmad mengatakan bahwa pemerintah menyediakan dana Rp3,7 triliun dari Rp11,9 triliun dana APBN untuk kesehatan guna menjalankan program tersebut secara berlanjut.

“Jadi tidak usah kuatir soal dana lagi,” demikian Menkes.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: